biarlah….
hujan turun lagi
hujan ke mana kita mandi; main air
luruhnya ke lautan
lalu kita
dengan lampu pecah
berhamburan
ke tungku api
nafas tertatih
perih teriris
pada terik kemarau
seutas usai itu
sudah tiga hari
kita tak lagi mandi; main air
ia bercermin
pada genangan keruh
seperti tragedi ksatria
di Muqattam lama.
hati tidak boleh tangisi dunia,
(roh tidak cinta dunia)
mengapa ia gantungkan perisai dan pedang,
pada bumi?!
andai ia masih bersedekap
dengan kaki berhimpit
dan mata bersuruk
ketika timah mencekik nafasnya
di benteng lembab
tak perlu tangisku meninggi.
Dalam temaram,
wanita itu membumbungkan sendiri khayalnya:
hati tak boleh tangisi dunia;
(roh tidak cinta dunia)
perkenankan,
kasmaran
sejak Engkau kenalkan diri
tadi pagi
Qattamea, 2007


