Ibnu Hajar Al ‘Asqalânî ; Panglima Muhadditsîn
(773-852 Hijriyah)
Oleh: Muhammad Hikam Masrun*
“Tiga perkara dunia yang bila terwujud bagi seseorang niscaya ia tak akan takut bahaya dan kerusakan: independen dan selamat dari [bahaya] pengejar dunia, kesehatan badan, dan akhir yang baik.”(Nuzhum Al Iqyân: hlm. 16)
Masa Kecil dan Pendidikan
Ibnu Hajar Al ‘Asqalânî bernama lengkap Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Mahmud bin Ahmad bin Hajar bin Ahmad Al Kinânî Al ‘Asqalânî, Al Mishrî, As Syafi’î. Beliau dilahirkan pada tanggal 12 Sya’ban, tahun 773 Hijriyah di sebuah rumah di tepian sungai Nil, Mesir. Beliau di-kunyah-i oleh bapaknya dengan Abu Al Fadhl, dengan harapan agar sang anak meyerupai salah satu dari beberapa hakim agung Mekah yang bergelar sama.
Mengenai frase terkenal “Ibnu Hajar”, beberapa referensi menyebutkan bahwa itu merupakan laqab (nama panggilan yang biasanya digunakan untuk memuji atau menghina dan bukan merupakan nama asli), sementara sumber yang lain mengatakan itu adalah nama asli. Namun pendapat terkuat, sebagaimana diungkapkan oleh murid beliau, As Sakhâwy dalam buku Ad Dhau Al Lâm’i (2/36), Ibnu Hajar adalah laqab terhadap sebagian moyang beliau.
Para ahli sejarah sepakat bahwa Ibnu Hajar merupakan keturunan kabilah Kinanah yang merupakan sebagian dari rumpun bangsa Arab. Hal ini diperkuat dari keterangan manuskrip yang berjudull Al Mujma’ Al Mu’assas yang ditulis sendiri oleh Ibnu Hajar.
Ibnu Hajar sendiri mencatat dalam buku Raf’u Al Ishr (hlm. 37), bahwa ayah kandungnya wafat pada saat beliau berumur empat tahun. Sebelumnya kematian ini telah didahului oleh mangkatnya Ibunda beliau. Jadilah Ibnu Hajar kecil sebagai yatim piatu yang kemudian diasuh dengan baik oleh seorang pengusaha sukses bernama Zakiy Ad Dîn Abi Al Bakr Al Kharrûbî. Pada usia lima tahun, orang tua asuh Ibnu Hajar memasukkannya ke sebuah lembaga pendidikan yang disebut Maktab. Sekitar umur sembilan tahun, Ibnu Hajar telah menghafalkan Al Qur’an melalui bimbingan seorang Syaikh yang bernama Muhammad bin Abdi Ar Razzâq As Safthî.